Jumat, 20 November 2015

ASAL USUL DESA SINGOCANDI
Suatu hari di desa kecil bernama desa Candi, hiduplah masyarakat yang rukun dan damai. Setiap hari mereka saling menyapa satu sama lain, dan mereka juga bekerja untuk menghidupi keluarga mereka. Mereka dipimpin oleh seorang kepala desa yang bijaksana dan adil terhadap warganya. Masyarakat  disana sangat menyukai kepala desa mereka.
Suatu hari tiba-tiba muncul sekumpulan singa terlihat di desa mereka, dan para singa tersebut membunuh setiap orang yang melintas di depanya. Warga desa mulai panik dan mencoba untuk menyelamatkan diri mereka. Mereka melaporkan kejadian ini kepada kepala desa mereka. Seketika kepala desa tersebut mengumpulkan warga untuk berdiskusi untuk mengatur rencana bagaimana cara agar singa tersebut dapat pergi dari desa mereka.
Mereka memutuskan untuk menyerang singa tersebut ketika mereka lengah, dan mereka akan membunuh singa tersebut satu per satu. Strategi mereka mulai menemui titik terang. Satu per satu singa-singa tersebut mati, dan hanya tinggal beberapa yang masih hidup.
Ketika masyarakat desa tersebut mulai beranggapan jika para singa tersebut akan jera dan akan pergi dari desa mereka, tiba-tiba sekelompok singa yang masih hidup tersebut menerkam dan membunuh mereka dan kepala desa mereka. Dengan perasaan marah mereka meminta pertolongan pada orang sakti yang berada di seberang desa mereka. Dan akhirnya singa tersebut mati satu per satu, tapi ada satu singa yang belum tau dimana keberadaanya. Sampai dilain waktu mereka melihat diperbatasan antara desa mereka dengan desa lain  ada seekor singa yang duduk di atas bangunan candi dengan keaadaan terbujur kaku dan meneteskan air mata.
Lalu mereka memindahkan patung singa tersebut dari atas candi, dan diletakkan berdekatan dengan  patung candi itu. Dan salah seorang tokoh masyarakat desa candi tersebut mengusulkan untuk mengubah nama desa mereka menjadi Desa Singocandi. Dan peninggalan prasejarah tersebut masih dapat kita temui di desa Singocandi.

Kamis, 27 Agustus 2015

Tugas TIK



                                                                Rahmat Shigeru Ono


Setika kalah  melawan Sekutu, banyak tentara Jepang bingung; kembali ke negerinya atau bertahan. Tak sedikit yang melakukan harakiri (bunuh diri untuk memulihkan kehormatan). Shigeru Ono, serdadu Tentara Ke-16 Angkatan Darat Jepang di Jawa, pun sempat tergoda namun mengurungkan niatnya.

Ono, yang lahir pada 26 September 1919 di Furano, Hokkaido, memutuskan bertahan di Indonesia. “Indonesia sudah banyak membantu Jepang. Kami ingin memberikan yang tidak bisa dilakukan oleh negara kami,” ujarnya dalam Mereka yang Terlupakan: Memoar Rahmat Shigeru Ono, Bekas Tentara Jepang yang Memihak Republik karya Eiichi Hayashi.

Ono keluar dari ketentaraan Jepang. Atas saran Kapten Sugono, komandan polisi militer Jepang di Bandung, dia mengganti pakaiannya dengan sarung dan peci, melumuri tubuhnya dengan lumpur agar kulitnya terlihat lebih gelap, dan menambahkan “Rahmat” di awal namanya: Rahmat Shigeru Ono.

Sempat melatih pemuda Indonesia, Ono kemudian menyingkir ke Yogyakarta. Dia menjalankan tugas penting dari Markas Besar Tentara untuk membuat buku rangkuman tentang taktik perang dan menerjemahkannya ke bahasa Indonesia. Atas perintah Kolonel Zulkifli Lubis, petinggi militer Indonesia yang kelak menjadi pejabat KSAD, Ono juga menyusun buku tentang taktik khusus perang gerilya.

Selain itu, bersama eks tentara Jepang dan pejuang Indonesia, Ono bergerilya dari satu tempat ke tempat lain. Salah satunya, menyerang markas KNIL di Mojokerto pada Juni 1947.
Pasca Perjanjian Renville, ada kesepakatan untuk menangkapi semua eks tentara Jepang yang masih di Indonesia. “Pada Juli 1948, untuk menghindari penangkapan, serdadu Jepang berkumpul di Wlingi, Blitar, Jawa Timur untuk membuat satu pasukan. Yang tercecer dikumpulkan,

Ke-28 eks tentara Jepang yang hadir itu lalu membentuk Pasukan Gerilya Istimewa (PGI) pada 24 Juli 1948. Arif Tomegoro Yoshizumi jadi komandan dan Ichiki Tatsuo wakilnya. Wilayah operasi mereka di Dampit, Malang Selatan, dan Wlingi, Blitar. Ono bertugas di Dampit.
Pertempuran pertama PGI adalah ketika menyerang pos tentara Belanda di Pajaran, Malang, semasa gencatan senjata. Aksi mereka berisiko mencoreng nama Indonesia di dunia internasional, namun PGI beralasan Belanda lebih sering melanggar perjanjian.

Sepeninggal Tomegoro Yoshizumi dan Ichiki Tatsuo yang gugur dalam pertempuran, PGI bergabung dalam kesatuan militer formal dan mengubah namanya menjadi Pasukan Untung Suropati 18.
Usai pengakuan kedaulatan pada akhir 1949, Ono menetap di Batu, Malang, Jawa Timur. Dia mengisi hari-harinya dengan bercocok tanam. Pada Juli 1950, Ono menikah dengan Darkasih dan dikaruniai lima anak.
“Dia dijodohkan Sukardi, orang Jepang juga, kawan papi,” ujar Erlik Ono, putri kelima Ono, kepada Historia. Sukardi bernama Jepang Sugiyama.

Ono pernah bekerja sebagai salesman lampu, pegawai perusahaan peternakan di Jakarta, dan perusahaan eksportir rotan di Kalimantan. Setelah pensiun pada 1995, dia kembali ke Batu dan mengisi waktu dengan bertani, menerima wartawan, serta mengunjungi keluarga atau kenalan yang sakit.

Kamis, 20 Agustus 2015

Laporan Biologi



KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan kesehatan dan kemudahan kepada kami untuk dapat mengerjakan tugas mata pelajaran BIOLOGI yang berjudul PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN KACANG HIJAU .
Makalah ini dibuat untuk mengetahui dan membedakan pertumbuhan dan perkembangan padakacang hijau melalui hasil penelitian yang telah dilakukan
                                                         
melalui tugas ini di harapkan para siswa dapat memahami tentang pertumbuhan dan berkembangan tanaman
Makalah yang kami buat ini tentunya masih banyak kekurangan, oleh karena itu kami mengharapkan saran dan masukan yang bersifat konstruktif demi kesempurnaan makalah ini.








Kudus ,20 Agustus 2015

                       
                                                                                       Penyusun






I






i

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR................................................................................ i
DAFTAR ISI................................................................................................ ii

BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang ………………………………………..........................1
B.   Landasan Teori..…………………………………………….................2

BAB II METODE PENELITIAN
A.  Alat dan bahan........................................................................................3
B.   Waktu dan Tempat.................................................................................7
C.    Cara kerja...............................................................................................9
D.  Tabel dan Grafik.....................................................................................11

BAB IV PENUTUP
A.   Kesimpulan……………………………………………..………...........13












ii


BAB I PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang Penelitian
        
Ciri sebuah makhluk hidup salah satunya adalah tumbuh dan berkembang. Pertumbuhan dan perkembangan mempunyai pengertian yang berbeda. Namun, proses pertumbuhan dan perkembangan berlangsung secara beriringan dan saling berkaitan.
         Sinar matahari memang berguna bagi fotosintesis pada tumbuhan. Namun, efek lain dari sinar matahari ini adalah menekan pertumbuhan sel tumbuhan. Hal ini menyebabkan tumbuhan yang diterpa cahaya matahari akan lebih pendek daripada tumbuhan yang tumbuh di tempat gelap. Peristiwa ini disebut dengan Etiolasi. Dampak tanaman akibat etiolasi adalah tanaman tidak dapat melakukan proses fotosintesis. Padahal proses fotosintesis bertujuan untuk menghasilkan karbohidrat yang berperan penting dalam pembentukan klorofil. Karena karbohidrat tidak terbentuk, daun pun tanpa klorofil sehingga daun tidak berwarna hijau, melainkan kuning pucat.
         Kondisi gelap juga memacu produksi hormon auksin. Auksin adalah hormon tumbuh yang banyak ditemukan di sel-sel meristem, seperti ujung akar dan ujung batang. Oleh karena itu, tanaman akan lebih cepat tumbuh. Produksi auksin akan terhambat pada tanaman yang sering terkena sinar matahari.
         Itulah sebabnya, pertumbuhan tanaman etiolasi selalu lebih cepat, tapi batang tidak tegar karena mengandung banyak air. Akibat tidak ada sinar matahari maka organ perbanyakan pada tanaman lama-lama mengkerut lalu mati karena tidak mendapat sumber makanan.
         Untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh cahaya pada pertumbuhan itulah dilakukan percobaan, yaitu dengan memberi perlakuan variasi cahaya matahari yang berbeda pada tanaman kacang hijau








1

B.  Landasan Teori
Pertumbuhan dan perkembangan
Pertumbuhan adalah proses pertambahan volume yang irreversible (tidak dapat kembali) karena adanya pembelahan mitosis atau pembesaran sel, dapat juga disebabkan oleh keduanya. Pertumbuhan dapat diukur dan dinyatakan secara kuantitatif (dihitung dengan angka). Sedangkan  perkembangan adalah terspesialisasinya sel-sel menjadi struktur dan fungsi tertentu. Perkembangan tidak dapat dinyatakan dengan ukuran, tetapi dapat dinyatakan dengan perubahan bentuk dan tingkat kedewasaan.
Pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan diawali dengan perkecambahan biji. Kemudian, kecambah berkembang menjadi tumbuhan kecil sempurna, yang kemudian tumbuh membesar. Setelah mencapai masa tertentu tumbuhan akan berbunga dan menghasilkan biji kembali.


Kacang hijau adalah sejenis tanaman budidaya dan palawija yang dikenal luas di daerah tropika. Tumbuhan yang termasuk suku polong-polongan (Fabaceae) ini memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari sebagai sumber bahan pangan berprotein nabati tinggi. Kacang hijau di Indonesia menempati urutan ketiga terpenting sebagai tanaman pangan legum, setelah kedelai dan kacang tanah.
Bagian paling bernilai ekonomi adalah bijinya. Biji kacang hijaudirebus hingga lunak dan dimakan sebagai bubur atau dimakan langsung. Biji matang yangdigerus dan dijadikan sebagai isi onde-onde,bakpau,atau gandas turi. Kecambahkacang hijau menjadi sayuran yang umum dimakan di kawasan Asia Timurdan Asia Tenggaradan dikenal sebagai tauge.Kacang hijau bila direbus cukup lama akan pecah dan pati yang terkandung dalambijinya akan keluar dan mengental, menjadi semacam bubur. Tepung bijikacang hijau, disebut di pasaran sebagai tepung hunkue, digunakandalam pembuatan kue-kuedan cenderung membentuk gel.Tepung ini juga dapat diolah menjadi mi yang dikenal sebagai soun










2
Faktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan kecambah antara lain:
  1. Cahaya
  2. Air
  3. Nutrisi
  4. Suhu

Faktor Cahaya
Rumusan Masalah
1. Apakah cahaya mempengaruhi pertumbuhan kajang hijau?
2. Manakah yang cepat tumbuh atau lebih cepat tinggi kacang hijau di tempat terang dalam ruangan atau tempat gelap?
Alat dan Bahan:
      Tanah
      Biji Kacang Hijau
      Botol Bekas
      Air
      Penggaris dan Alat tulis
Cara Kerja          :
      Siapkan Alat dan Bahan
      Rendam biji bijian didalam panci yang berisi air (pilih biji yang tenggelam)
      Masukkan Tanah kedalam botol bekas kemudian tanamlah 10 biji kacang hijau kedalam masing* botol. Berilah label pada kedua botol tersebut masing masing botol I dan botol II
      Letakkan botol I ditempat terang dan botol II ditempat gelap siramlah setiap hari selama 5 hari
Teknik dan waktu           :
      Kelompok I ditempat terang
      Kelompok II ditempat gelap
Variabel                    
      Variabel Bebas            : Intensitas cahaya
Tempat
1
2
3
4
5
Rata rata
Gelap
Tumbuh akar 2cm
9cm
14cm
18cm
21cm
12,4 cm
Cahaya
Tumbuh akar 1cm
3,5cm
5cm
6cm
9cm
4,7 cm
      Variabel Kontrol         : Tanah, kualitas biji, air, suhu, kelembaban, kebersiham
      Variabel Terikat          : Pertumbuhan Tinggi batang kecambah








Cahaya                                                                        Gelap

Manfaat :
Manfaat dari praktikum ini sebagai sumber informasi dan referensi bagi orang dan diri pribadi tentang pengaruh cahaya matahari terhadap laju pertumbuhan tanaman.
Kesimpulan :
Bahwa pertumbuhan batang kecambah lebih cepat di dalam ruangan yang gelap dari pada yang terkena sinar matahari. Kecambah dapat tumbuh di dalam ruangan yang gelap karena memiliki hormon kaulokalin yaitu pembentukan organ batang.
Faktor Air
Rumusan Masalah Air
  1. Apakah air mempengaruhi pertumbuhan kacang hijau ?
  2. Bagaimana pengaruh pemberian air pada tumbuhan secara teratur maupun yang jarang pemberian air pada tumbuhan ?
Alat dan Bahan:
      Tanah
      Biji Bijian Kacang Hijau
      Botol Bekas
      Air
      Penggaris dan Alat tulis
Cara Kerja    :
      Siapkan Alat dan Bahan
      Rendam biji kacang hijau didalam panci yang berisi air (pilih biji yang tenggelam)
      Masukkan Tanah kedalam botol bekas kemudian tanamlah 10 biji kacang hijau kedalam masing* botol. Berilah label pada ketiga botol tersebut masing masing botol I dan botol II dan botol III
      Letakkan ditempat  yang sama dengan botol I penyiramannya 1x sehari dan botol II penyiramannya 2x sehari dan botol III tidak disiram
      Jika biji telah tumbuh,ukurlah panjang batang
      Lakukan pengukuran selama 5 hari
      Tulislah hasil pengamatanmu dalam tabel pengamatan
      Hitunglah rata rata tinggi kecambah per hari
      Buatlah Kesimpulan tentang kecepatan pertumbuhan pada tempat yang intensitasnya cahaya sama tetapi penyiramannya berbeda
Teknik dan Waktu:
      Kelompok I penyiramannya 1x sehari
      Kelompok II penyiramannya 2x sehari
      Kelompok III tidak disiram
Variabel:
      Variabel Bebas : Air
      Variabel Kontrol : Tanah, kualitas biji, air, suhu, kelembaban, kebersihan, intensitas cahaya
      Variabel Terikat : Pertumbuhan Tinggi kecambah
Siram/Tdk Siram
1
2
3
4
5
Rata rata
Disiram 1 kali sehari
Tumbuh akar 2cm
6cm
7cm
8cm
10cm
6,2 cm
Disiram 2 kali sehari
Tumbuh akar 2cm
6cm
8cm
10cm
11,5cm
7,1 cm
Tdk Disiram
tetap
tetap
tetap
tetap
Tetap
Tetap
Foto Faktor Air :
Kesimpulan :
Kacang hijau yang disirami 2 kali sehari pertumbuhannya lebih cepat dibandingkan yang disiram 1 kali sehari dan yang tidak disirami sama sekali. Ini dikarenakan  air dapat membantu proses pertumbuhan batang kajang hijau.
Hari ke 5 :













2x Siram                                              1x Siram                                  tidak disirami
Faktor Nutrisi
Rumusan Masalah Nutrisi :
  1. Apakah nutrisi mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada kacang hijau?
  2. Bagaimana perbandingan tumbuhan yang diberi pupuk dengan yang tidak diberi pupuk?
Alat dan Bahan:
      Tanah
      Biji Bijian Kacang Hijau
      Botol Bekas
      Air
      Penggaris dan Alat tulis
      Pupuk
CARA KERJA:
      Siapkan Alat dan Bahan
      Rendam biji kajang hijau didalam panci yang berisi air (pilih biji yang tenggelam)
      Masukkan Tanah kedalam botol bekas kemudian tanamlah 10 biji kacang hijau kedalam masing* botol. Berilah label pada kedua botol tersebut masing masing botol I dan botol II
      Letakkan ditempat  yang sama dengan botol I dikasih pupuk dan botol II tidak dikasih pupuk
      Jika biji telah tumbuh,ukurlah panjang batang
      Lakukan pengukuran selama 5 hari
      Tulislah hasil pengamatanmu dalam tabel pengamatan
      Hitunglah rata rata tinggi kecambah per hari
      Buatlah Kesimpulan tentang kecepatan pertumbuhan pada tempat yang intensitasnya cahaya sama penyiramannya sama tetapi botol I dibei pupuk dan botol II tidak diberi pupuk
Teknik dan Waktu:
      Kelompok I diberi pupuk
      Kelompok II tidak diberi pupuk
Variabel:
      Variabel Bebas : Pemberian Pupuk
      Variabel Kontrol : Tanah, Intensitas cahaya, air, kualitas biji, suhu, kelembaban, kebersihan dan tempat penanaman
      Variabel Terikat : Pertumbuhan tinggi batang kecambah
Pupuk/Tdk Pupuk
1
2
3
4
5
Rata rata
Diberi Pupuk
Tumbuh akar 2cm
3cm
6,5cm
8cm
10cm
5,5 cm
Tidak diberi Pupuk
tetap
5cm
6,5cm
7cm
8,5cm
5,4 cm








Diberi Pupuk                          Tidak diberi pupuk

Kesimpulan :
Bahwa pertumbuhan kecambah yang diberi pupuk pertumbuhannya lebih cepat dari pada yang tidak diberi pupuk sama sekali. Sebab tumbuhan memerlukan nutrisi sebagai sumber energi dan sintesis berbagai komponen sel. Karena tumbuhan yang kekurangan nutrisi dapat mengalami defisiensi. Defisiensi mengakibatkan pertumbuhan tanaman menjadi terhambat dan jika berkelanjutan akan mengalami kematian.
10
Faktor Suhu
Rumusan Masalah Suhu :
1.      Apakah suhu mempengaruhi pertumbuhan kacang hijau?
2.      Apakah suhu tinggi dan rendah mempengaruhi pertumbuhan kacanag hijau?
Alat dan Bahan:
      Tanah
      Biji Bijian Kacang Hijau
      Botol Bekas
      Air
      Penggaris dan Alat tulis
Cara Kerja:
      Siapkan Alat dan Bahan
      Rendam biji kacang hijau didalam panci yang berisi air (pilih biji yang tenggelam)
      Masukkan Tanah kedalam botol bekas kemudian tanamlah 10biji kacang hijau kedalam masing* botol. Berilah label pada kedua botol tersebut masing masing botol I dan botol II
      Letakkan ditempat  yang sama dengan botol I dikasih pupuk dan botol II tidak dikasih pupuk
      Jika biji telah tumbuh,ukurlah panjang batang
      Lakukan pengukuran selama 5 hari
      Tulislah hasil pengamatanmu dalam tabel pengamatan
      Hitunglah rata rata tinggi kecambah per hari
      Buatlah Kesimpulan tentang kecepatan pertumbuhan pada tempat yang intensitasnya cahaya sama penyiramannya sama tetapi botol I dibei pupuk dan botol II tidak diberi pupuk
Teknik  dan Waktu:
      Kelompok I didalam Ruangan
      Kelompok II didalam Kulkas
      Kelompok III diluar Ruangan
Variabel:
      Variabel Bebas : Suhu maksimum, suhu tengah, suhu minimum
Tempat
1
2
3
4
5
Rata rata
Kulkas
tetap
tetap
tetap
tetap
tetap
tetap
Ruang
Tumbuh akar 2cm
10cm
11,5cm
15cm
18cm
10,9 cm
Luar Ruang
Tumbuh akar 2cm
4,5cm
7cm
7,5cm
9cm
5,6 cm
      Variabel Kontrol : Jenis tanah, Penyiraman air, suhu, jenis biji, kelembabab
      Variabel terika : Pertambahan tinggi batang

Kesimpulan :









Luar Ruangan                                   Ruangan                                 Kulkas





12

Kesimpulan :
Dari praktikum yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan yaitu sebagai berikut :
1.        Tumbuhan dalam hal percobaan kali ini adalah kacang hijau yang tumbuh di daerah gelap tumbuh lebih optimal dan cepat karena peristiwa etiolasi dan tidak terurainya hormon auksin, sehingga akan terus memacu pertumbuhan batang kacang hijau. Meskipun tanaman kacang hijau ini tumbuh lebih tinggi, tetapi dengan kondisi fisik tanaman yang kurang baik, batang terlihat kurus tidak sehat, warna batang dan daun pucat serta kekurangan klorofil sehingga daun terlihat pucat.
2.        Tanaman kacang hijau yang diletakkan di tempat terang tumbuh lebih pendek karena hormon auksin ini akan terurai dan terhambat karena terkena cahaya dan rusak sehingga laju pertambahan tinggi tanaman tidak terlalu cepat. Meskipun tanaman kacang hijau ini tumbuh lebih pendek, tetapi dengan kondisi fisik tanaman yang sehat, subur, batang terlihat gemuk.















13