Jumat, 20 November 2015

ASAL USUL DESA SINGOCANDI
Suatu hari di desa kecil bernama desa Candi, hiduplah masyarakat yang rukun dan damai. Setiap hari mereka saling menyapa satu sama lain, dan mereka juga bekerja untuk menghidupi keluarga mereka. Mereka dipimpin oleh seorang kepala desa yang bijaksana dan adil terhadap warganya. Masyarakat  disana sangat menyukai kepala desa mereka.
Suatu hari tiba-tiba muncul sekumpulan singa terlihat di desa mereka, dan para singa tersebut membunuh setiap orang yang melintas di depanya. Warga desa mulai panik dan mencoba untuk menyelamatkan diri mereka. Mereka melaporkan kejadian ini kepada kepala desa mereka. Seketika kepala desa tersebut mengumpulkan warga untuk berdiskusi untuk mengatur rencana bagaimana cara agar singa tersebut dapat pergi dari desa mereka.
Mereka memutuskan untuk menyerang singa tersebut ketika mereka lengah, dan mereka akan membunuh singa tersebut satu per satu. Strategi mereka mulai menemui titik terang. Satu per satu singa-singa tersebut mati, dan hanya tinggal beberapa yang masih hidup.
Ketika masyarakat desa tersebut mulai beranggapan jika para singa tersebut akan jera dan akan pergi dari desa mereka, tiba-tiba sekelompok singa yang masih hidup tersebut menerkam dan membunuh mereka dan kepala desa mereka. Dengan perasaan marah mereka meminta pertolongan pada orang sakti yang berada di seberang desa mereka. Dan akhirnya singa tersebut mati satu per satu, tapi ada satu singa yang belum tau dimana keberadaanya. Sampai dilain waktu mereka melihat diperbatasan antara desa mereka dengan desa lain  ada seekor singa yang duduk di atas bangunan candi dengan keaadaan terbujur kaku dan meneteskan air mata.
Lalu mereka memindahkan patung singa tersebut dari atas candi, dan diletakkan berdekatan dengan  patung candi itu. Dan salah seorang tokoh masyarakat desa candi tersebut mengusulkan untuk mengubah nama desa mereka menjadi Desa Singocandi. Dan peninggalan prasejarah tersebut masih dapat kita temui di desa Singocandi.